Pikul Material Bersama, Kekompakan TNI dan Warga Percepat Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda

    Pikul Material Bersama, Kekompakan TNI dan Warga Percepat Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda

    Mojokerto - Semangat kebersamaan antara prajurit TNI dan masyarakat kembali menjadi pemandangan yang menginspirasi dalam pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap VI di Sungai Kali Gede, Dusun Dempel, Desa Tumapel, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Jumat (24/07/2026). 

    Di tengah cuaca cerah dan medan yang cukup terjal, personel Kodim 0815/Mojokerto bersama warga bahu-membahu mengangkut besi tulangan, rangka pondasi, semen, serta berbagai material konstruksi melintasi jembatan darurat bambu menuju titik pembangunan. Kebersamaan tanpa sekat itu menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.

    Pemandangan saling membantu tampak di setiap sudut lokasi. Prajurit TNI dan masyarakat bergantian memikul material berat menyusuri tebing, menuruni jalur tanah, hingga menyeberangi sungai menggunakan jembatan sementara. Tidak ada perbedaan peran, seluruh personel bekerja dalam satu irama demi mempercepat proses pembangunan jembatan gantung sepanjang 60 meter yang nantinya akan menjadi akses utama bagi ribuan warga.

    Saat dikonfirmasi di lokasi jembatan, Pasiter Kodim 0815/Mojokerto, Kapten Inf Budiyono, mengungkapkan, keberhasilan pembangunan Jembatan Perintis Garuda tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh kuatnya sinergi antara TNI dan masyarakat. Menurutnya, semangat gotong royong yang terus terpelihara menjadi modal utama dalam mempercepat penyelesaian pekerjaan di lapangan.

    "Semua material yang tiba di lokasi kami kerjakan bersama. Anggota TNI dan masyarakat saling membantu memikul besi, rangka pondasi, hingga semen melewati medan yang tidak mudah. Kebersamaan seperti inilah yang menjadi kekuatan utama sehingga setiap tahapan pekerjaan dapat berjalan dengan baik, " ujar Kapten Inf Budiyono.

    Keberadaan jembatan ini nantinya akan memberikan manfaat besar bagi sekitar 2.150 jiwa atau 755 kepala keluarga, termasuk para petani yang setiap hari beraktivitas di lahan pertanian Desa Tumapel. Selain memangkas waktu tempuh dan meningkatkan keselamatan saat menyeberangi sungai, jembatan tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta memperkuat konektivitas antarwilayah.

    mojokerto
    Basory Wijaya

    Basory Wijaya

    Artikel Sebelumnya

    Berdiri Kokoh, Jembatan Garuda Desa Puloniti...

    Artikel Berikutnya

    Progres Jembatan Perintis Garuda Tahap V...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Sambut Peserta Long March SMA Taruna Pelita, Pangdam Siliwangi Tekankan Disiplin dan Pantang Menyerah
    Bahu Membahu Bersihkan Pasar, TNI dan Warga Tangunan Hidupkan Semangat Gotong Royong
    Siang Hingga Dini Hari, Satgas Karhutla Lanud Sjamsudin Noor Terus Bergerak, Terjang Padamkan Api di Lahan Gambut
    Pangdam IV/Diponegoro Ziarah ke Makam Pangeran Diponegoro di Makassar
    TNI Gencarkan Penyuluhan Door to Door Cegah Karhutla di Kabupaten Sambas

    Ikuti Kami